Saat teman-teman di sekeliling sudah mengadakan lamaran dan menyebarkan undangan pernikahan, kamu masih single dan mengurus kehidupan pribadi. Melihat situasi seperti ini, nggak jarang membuat kita merasa galau dan khawatir, “Kapan saat aku menikah tiba?” Kalau kamu merasa galau dan seakan ‘tertinggal’, nggak apa-apa. Perasaan seperti wajar untuk kamu rasakan. Namun, kamu harus tetap tenang, Bela. Jangan sampai rasa galau tersebut justru membuatmu bertindak gegabah, misalnya memaksakan diri untuk ikut menikah seperti teman-teman di sekitarmu. Padahal, pasangannya saja belum ada. Ingat pesan berikut ya.

1. Menikah bukanlah lomba lari

Benar. Menikah bukan sesuatu yang harus ditanggapi seperti balapan. Menikah adalah acara sakral yang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya, nggak hanya menyiapkan pesta resepsi, tetapi juga pemilihan pasangannya. Tentunya kamu nggak ingin menikah dengan seseorang yang nggak sesuai dengan keinginanmu, bukan?

2. Positive thinking atas kondisimu saat ini

Pernikahan teman-teman di sekitar kita nggak seharusnya membuat kita menjadi sedih dan minder. Cobalah positive thinking dengan kondisimu saat ini. Jika kamu belum menikah, tandanya kamu masih punya banyak waktu untuk menggapai karier yang kamu impikan. Atau, kamu memiliki banyak kesempatan untuk mencurahkan kasih sayangmu pada keluarga.

3. Jodoh datang di saat yang tepat

Ingat bahwa Tuhan telah menyiapkan seseorang yang tepat untuk menikah denganmu. Jika bukan sekarang, maka dia akan datang di waktu yang tepat. Tak perlu risau berlama-lama, Bela. Selagi menanti kehadiran pangeranmu, berusahalah untuk menjadi wanita yang lebih baik demi masa depan yang lebih baik pula.

Jangan merasa ‘tertinggal’ lagi ya. Bahagialah untuk teman-temanmu yang akan menikah, dan jangan lupa bahagia untuk dirimu sendiri!

popbela.com