Kamu sering sekali berkat ya pada permintaan orang lain? Jika kamu tidak yakin coba perhatikan percakapanmu seharian ini, berapa kali kamu mengiyakan dan berapa kali kamu menolak orang lain. Kenapa ini penting? Dilansir dari popbela.com karena ternyata kebiasaayn berkata “ya” merupakan kebiasaan buruk karena bisa mengganggu kebiasaan dan kesehatanmu. Yang dimaksud di sini adalah “ya” di mulut yang sebenarnya bermakna “tidak” di hati. Sebenarnya kamu bisa kok menolak dengan cara yang tetap menghargai. Lalu bagaimana caranya?

010542500_1435829331-wanita_bahagia

Mulailah berkata “tidak” lebih sering

Mungkin terlihat gampang, tapi setelah mempraktekannya mungkin baru kamu akan merasakan kesulitannya.  Berkata “tidak” kadang bisa jadi sangat menakutkan karena kita takut akan kehilangan sesuatu atau resiko lainnya. tapi bagaimanapun kamu harus mulai belajar menempatkan dirimu sendiri sebagai prioritas.

Berhenti berkata “maaf”

Jika ada kata yang harus kamu berhenti ucapkan, maka kata itu adalah kata “maaf”. Sadar atau tidak kamu sudah terlalu sering menggunakan kata “maaf”, bukan untuk meminta pengampunan atas sebuah kesalahan tapi hanya untuk mendapatkan rasa aman. Mulai sekarang belajarlah mengganti kata “maaf” yang tidak perlu cukup dengan sebuah ekspresi saja.

Minta bantuan orang lain untuk menolak

Kalau kamu merasa masih kesulitan menolak permintaan, ajakan, atau perintah, mintalah bantuan pada orang lain untuk membantumu menyelesaikannya. Kamu bisa menyampaikan alasan penolakan itu pada orang tersebut agar menjelaskannya pada yang bersangkutan. Pilihlah orang-orang yang mampu menyampaikan segala sesuatu dengna cara yang bijak.

Utamakan kepentinganmu dulu

Coba pikirkan terlebih dahulu apa kepentinganmu dalam keadaan tersebut. Berhentilah selalu memikirkan orang lain dan anggaplah ini sekali-kali saja kamu memikirkan dirimu dulu.  Setelah itu ambilah keputusan “ya” atau “tidak” yang paling menguntungkan untukmu

Berpikir yang logis dan realistis

Apakah saat kamu menjawab “ya” kamu diuntungkan atau adakah manfaat yang kamu terima? Atau jangan-jangan kalau kamu menjawab “tidak” justru lebih menguntungkan? PIkiran yang logis dan realistis harus mulai kamu biasakan agar semakin banyak alasan yang masuk akal saat kamu akan mengatakan jawaban “tidak”

wanita-tampak-paling-cantik-di-hari-jumat

 

Sekarang masih yakin akan jadi orang yang terus berkata “ya”?