Girls, kamu tau soal orang yang berkepribadian ganda

Kepribadian ganda atau dalam dunia kedokteran dikenal sebagai gangguan identitas disosiatif, adalah suatu keadaan di mana terdapat satu individu yang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda, tetapi salah satu kepribadian dapat lebih dominan dalam waktu tertentu dan hanya satu yang tampil untuk setiap saatnya.

Penyebab gangguan identitas disosiatif sampai sekarang belum diketahui secara pasti, namun dipercaya berhubungan erat dengan adanya suatu kejadian traumatis yang dialami individu tersebut pada masa anak-anak, biasanya berupa kekerasan fisik atau seksual. Gangguan ini muncul sebagai mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi trauma psikologis tersebut.

Gangguan kepribadian disosiatif ini merupakan kasus yang jarang terjadi, namun dianggap sebagai suatu gangguan kejiwaan yang cukup serius. Ciri-ciri gangguan identitas disosiatif antara lain:

Biasanya muncul pada masa anak-anak dan remaja karena individu yang bersangkutan mengalami kejadian yang traumatis.

Sering didahului dengan gangguan kepribadian ambang, di mana individu yang bersangkutan emosinya tidak stabil, sering kali melakukan tindakan menyakiti diri seperti penyalahgunaan obat dan alkohol.

Adanya dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda.

Paling sedikit dua identitas atau kepribadian tersebut secara berulang mengambil kendali perilaku individu tersebut.

Perubahan dari kepribadian yang satu ke kepribadian yang lain terjadi tiba-tiba dan dramatis.

Individu tersebut tidak mengingat episode kepribadian lain yang muncul dalam dirinya tersebut.

Gangguan ini bersifat kronis atau berjalan dalam jangka waktu lama, sehingga semakin dini didiagnosis dan mendapat terapi, maka kondisi individu yang menderita gangguan kepribadian ini akan semakin baik responsnya terhadap terapi yang didapat.

Hati-hati ya, girls!